ASAM BASA

PRAKTIKUM KIMIA DASAR II

ASAM DAN BASA

   Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mandiri

Mata Kuliah :Kimia Dasar ( Praktikum )

Dosen : Kartimi, M.Pd

Asisten praktikum :- Ahmad khaerudin

-Dewi Fortuna

 

Disusun Oleh :

 

NURSAJADI

NIM : 58461277

Tarbiyah / Ipa-Bio. C / Semester VIII

 

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI

CIREBON

2012

ASAM BASA

  1. A.    Pendahuluan

Suatu bahan akan bersifat asam atau basa dapat diketahui jika dapat mengubah Swarna dari larutan pewarna seperti kertas lakmus atau pewarna yang diekstrak dari bahan alam sepertibunga daun, atau umbi yang berwarna seperti kunyit.

Larutan pewarna yang dapat berubah warna pada larutan asam – basa disebut dalam larutan asam/basa contoh indicator adalah fenoptalein, metal merah, metal jingga,. Campuran dari beberapa indicator disebut sebagai indicator universal yang akan memberikan berbagai perubahan warna (spectrum warna)yang luas. Setiap satu dari derajat keasaman atau kebasaan.

Selain itu suatu bahan disebut asam jika dalam air larutan ini mengandung ion hydrogen (H+) mengandung ion hodroksida (OH).

 

  1. B.     Tujuan

Menamati perubahan warna beberapa indicator dalam asam dan dalam basa. Menentukan bahan mana yang termasuk asam/basa.

 

  1. C.    Alat dan bahan

Alat dan bahan

Jumlah

Pipet tetes

1

Pelat tetes, spot test plate

1

Kertas lakmus merah dan biru

2 helai

Fenolptalein

10 cm3

Metal merah

10 cm3

Larutan asam klorida (HCl) 0,1 M

15 cm3

Larutan asam sulfat (H2SO4) 0,1 M

15 cm3

Larutan asam cuka (CH3COOH) 0,1 M

15 cm3

Larutan Natriun hidroksida (NaOH) 0,1 M

15 cm3

Larutan Kalium hidroksida (KOH) 0,1 M

15 cm3

Larutan Amonium hidroksida (NH4OH) 0,1 M

15 cm3

 

 

 

  1. D.    Cara kerja
  2. Menyiapkan plat tetes , menentukan dan menandai baris pertama, kedua, ketiga dan keempat lalu memasukan berturut – turut sebagai berikut :
    1. Memasukan lima tetes Larutan asam klorida (HCl) 0,1 M, Larutan asam sulfat (H2SO4) 0,1 M dan Larutan asam cuka (CH3COOH) 0,1 M berturut – turut kedalam 3 lubang pelat tetes baris pertama.
    2. Kedalam 3 lubang pelat tetes baris kedua masukanlah berturut turut lima tetes air perasan jeruk limau ,jeruk manis dan nenas.
    3. Kedalam 3 lubang pelat tetes baris ke 3 masukan berturut turut 5 tetesd larutan natrium hidroksida 0,1 M .Kalaium hidroksida 0,1 M dan amonium hidroksida 0,1 M
    4. Kedalam tiga lubang pelat tetes baris ke 4 masukanlah berturut turut 5 tetes larutan sabun ,detergen,dan sampo.
    5. melakukan langkah 1 di atas tetapi pada masing – masing lubang tersebut ditetesi larutan fenolptalein.
    6. Melakukan langkah 2 di atas tetapi pada masing – masing lubang tersebut ditetesi larutan merah.
      1. E.     Hasil Pengamatan
      2. 1.      Hasil Pengamatan percobaab I

Asam

Warna kertas lakmus

PH

Kuning

Biru

asam klorida (HCl)

kuning

2

asam sulfat (H2SO4)

ping

4

asam sulfat (H2SO4)

merah

4

 

Asam

Warna kertas lakmus

PH

Merah

Biru

 

Larutan Natriun hidroksida (NaOH)

Biru pekat dan tua

9

Larutan Kalium hidroksida (KOH)

Biru pekat

8

Amonium Sabun

biru

8

 

 

Asam

 

Warna fenoptalein

Warna metil merah

asam klorida (HCl)

Tetap

Merah

asam sulfat (H2SO4)

Tetap

Merah

     Asam cuka(CH3COOH)

Tetap

Merah

Asam

 

Warna fenoptalein

Warna metil merah

Larutan Natriun hidroksida (NaOH)

Ungu

Biru

Larutan Kalium hidroksida (KOH)

Ungu

Biru

Larutan Amonium hidroksida (NH4OH)  

 

  1. 2.      Hasil pengamatan percobaan II

CH3COOH  (Bening)                   H2SO4 (bening)

     Perasan air  (orange)                   perasan air jerruk (orange)

      NaOH (Bening)                            KOH (bening)

      Sabun (bening)                            detergen (beninig)

       Setelah diteteskan fenoftalin hasil perubahan warna

            CH3COOH (tetap)                  H2SO4 (tetap)

            Air jeruk (orange)                 air jeruk (orange)

           NaOH (pink pekat)                  KOH (Pink)

Sabun (pink)                             detergen (pimk)

 

 

 

 

 

 

 

  1. 3.      Hasil pengamatan percobaan III

             1.kol ungu

KOH

 

H2SO4

 

   Mula   s.campur Mula s.campur
Ungu hijau Ungu hijau
Basa   Asam  

         

 

 

 

 

2.Kulit manggis

KOH

      

H2SO4  
    Mula   s.campur    Mula   s.campur
Krem Coklat kemerahan krem krem
Basa   Asam  

 

 

 

 

                                                                                                  ]]]]

    3.kunyit     

KOH

      

H2SO4

 

    Mula   s.campur    Mula   s.campur
kuning Coklat kemerahan kuning Kuning pudar
Basa   Asam  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 4.      bunga sepatu

KOH

      

H2SO4

 

    Mula   s.campur    Mula   s.campur
kuning Coklat kemerahan kuning Kuning pudar
Basa   Asam  

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan

  1. Dari percobaan kertas lakmus Merah dan Biru dapat disimpulkan bahwa pada bahan – bahan yang di uji cobakan sebagian besar bersifat Basa yang artinya pada larutan tersebut menghasilkan OH dalam larutan air.
  2. Dari percobaan Indikator Alam dapat disimpulkan bahwa pada bahan – bahan yang di uji cobakan , sebagian besar berubah warna dari warna aslinya .

 

                                            

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. F.     PEMBAHASAN

Praktikum kali ini membahas mengenai asam dan basa yang bertujuan untuk Mengamati perubahan warna beberapa indikator dalam asam dan basa juga untuk menentukan bahan mana yang termasuk asam atau basa. Asam dan Basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Berkaitan dengan sifat asam Basa, larutan dikelompokkan dalam tiga golongan, yaitu bersifat asam, bersifat basa, dan bersifat netral. Yang menjadi menentukan  asam dan  basa dalam praktikum ini adalah posisi kesetimbangan reaksi disosiasi asam atau basa dalam air.

Asam dan Basa memiliki sifat-sifat yang berbeda, sehingga kita bisa menentukan sifat suatu larutan. Untuk menentukan suatu larutan bersifat asam atau basa, ada beberapa cara. Antara lain menggunakan indikator warna, yang akan menunjukkan sifat suatu larutan dengan perubahan warna yang terjadi. Bisa juga menggunakan pewarna yang diekstrak dari bahan alami seperti kunyit dan bunga sepatu pada praktikum ini. Sifat asam basa suatu larutan juga dapat ditentukan dengan mengukur pH-nya. pH merupakan suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam memiliki pH kurang dari 7, larutan basa memiliki pH lebih dari 7, sedangkan larutan netral memiliki pH=7. pH suatu larutan dapat ditentukan dengan indikator pH atau dengan pH meter.

Menurut teori Arrhenius, asam adalah zat yang jika dalam air melepaskan ion H+, sedangkan basa melepaskan ion OH-. Sedangkan menurut teori Brownsted Lowry asam adalah spesi yang member proton (donor proton), sedangkan basa adalah spesi yang menerima proton  akseptor proton) pada suatu reaksi pemindahan proton.

Indikator yang berbeda memberikan warna yang berbeda  dalam larutan asam atau basa. Dari hasil pengamatan pada praktikum asam basa ini dapat kita ketahui bahwa kertas lakmus merah apabila dimasukkan ke dalam larutan asam warnanya tetap merah sedangkan kertas lakmus biru warnanya berubah menjadi warna merah. Sedangkan lakmus merah apabila dimasukkan  ke dalam larutan basa warnanya berubah menjadi biru dan lakmus biru tidak mengalami perubahan warna. Jadi dapat diketahui bahwa lakmus merah adalah sebagai indikator basa sedangkan lakmus biru sebagai indikator asam.

Percobaan selanjutnya dengan menetesi larutan asam (asam klorida, asam sulfat, asam cuka) dan basa (natrium hidroksida, kalium hidroksida, ammonium hidroksida) dengan fenolftalien dan metil merah masing-masing 3 tetes. Fenolftalein adalah indikator yang sering digunakan, dan fenolftalein ini merupakan bentuk asam lemah yang lain.

Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum ini dapat kita lihat perubahan warna larutan asam dan basa. Larutan asam yang telah ditetesi fenolftalien hasilnya tidak berwarna (bening). Sedangkan larutan asam yang telah ditetesi metil merah berubah warna menjadi ungu. Pada larutan basa yang ditetesi fenolftalin warnanya berubah menjadi ungu dan larutan basa yang ditetesi metil merah warnanya kuning (krem).

Selain menggunakan indikator universal kita mencoba menentukan pH suatu larutan tersebut dengan menggunakan indikator alami yaitu kunyit dan bunga sepatu. Kunyit dan bunga sepatu harus ditumbuk terlebih dahulu dan di tambahkan air sehingga yang digunakan adalah ekstraknya. Larutan yang digunakan adalah HCl dan NaOH dan H2SO4.

Dari hasil pengamatan  dapat dilihat bahwa larutan HCl yang ditetesi ekstrak kunyit warnanya menjadi kuning cerah dan larutan NaOH warnanya menjadi coklat, sedangkan larutan H2SO4 yang ditetesi ekstrak bunga sepatu warnanya menjadi orange dan larutan NaOH yang ditetesi ekstrak bunga sepatu warnanya menjadi hijau tua. Ini menunjukkan bahwa larutan H2SO4 dan HCl bersifat asam karena warna yang dihasilkan lebih cerah sedangkan larutan NaOH bersifat basa karena warna yang dihasilkan lebih gelap.

  1. G.     Kesimpulan

Dari hasil pengamatan dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa suatu bahan akan bersifat asam atau basa dapat diketahui jika dapat mengubah warna dari larutan pewarna seperti kertas lakmus atau pewarna yang diekstrak dari bahan alam.

Larutan yang bersifat asam antara lain HCl 0,1 M dikarenakan lakmus birunya berwarna merah, H2SO4 0,1 M dikarenakan lakmus birunya berwarna merah, CH3COOH 0,1 M dikarenakan lakmus birunya berwarna merah. Sedangkan larutan yang bersifat basa adalah NaOH 0,1 M dikarenakan lakmus merahnya berwarna biru, KOH 0,1 M dikarenakan lakmus merahnya berwarna biru, NH4OH 0,1 M dikarenakan lakmus merahnya berwarna biru.

Dari pengamatan dapat kita ketahui bahwa larutan asam mempunyai warna yang lebih cerah dibandingkan dengan laruran basa dan dapat disimpulkan pula bahwa fenolftalien merupakan indicator basa dan metil merah sebagai indikator asam

Selain menggunakan kertas lakmus menghitung pH dapat disimpulkan juga bahwa bahan alami seperti kunyit dan bunga sepatu merupakan indikator asam basa dikarenakan bahan alami tersebut bisa berubah warna jika diteteskan kedalam beberapa larutan seperti yang nampak pada hasil pengamatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR PENGESAHAN

 

 

Cirebon,20 maret 2012

 

 

 

Asisten Praktikum                                                                                           Praktikan

 

 

Ahmad Khaerudin                                                                                        Nursajadi

 

Dosen Pembimbing Praktikum

Kartimi,M.Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                     DAFTAR PUSTAKA         

  • Achmad, Hiskia. 2001. Stoikiometri Energetika Kimia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, hal. 31
  • Anonim, 2000. Buku Ajar Kimia Dasar II. Universitas Haluoleo, Kendari.
  • Anonim, 2008. Penuntutun Praktikum Kimia Dasar II. Laboratorium Unit Kimia UPT laboratorium Dasar Universitas Haluoleo, Kendari.
  • id.wikipedia.orgSarungu’ Selvia, ST.,
  • Modul Penuntun Praktikum Kimia Dasar II” laboratorium biologi IAIN Syekh Nurjati2009
  • Petrucci, R. H., 1985. Kimia Dasar, Prinsip dan Terapan Modern. Erlangga, Jakarta.
  • S, Syukri. 1999.  Kimia Dasar II. Bandung: Penerbit ITB.

 

 

 

Categories: Tak terkategori | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: